Bermodalkan ongkos angkot, aku memulai langkah ke sebuah tongkrongan anak jalanan di sudut kota ini.
Tak ada hal aneh yang kulihat saat itu, anak kecil mengamen, pengemis tua dan muda, preman setempat, dan bbrapa orang yang lalu lalang serta suara ribut kendaraan..
Untuk menghilangkan rasa cemas yang mendalam, aku memainkan handphone sembari melihat keadaan sekitar sambil duduk di atas batu besar jalanan...
Hampir satu jam berada di tempat itu, suasana sudah berubah. Tak ada lagi suara bising kendaraan, tak tampak banyak orang yang melintas. Justru yang terlihat adalah membludaknya anak-anak jalanan... Tentu membuatku semakin khawatir. Tapi tetap kuyakinkan diriku untuk melihat realita di tempat ini...
Semua pikiranku membuyar saat seorang anak menghampiriku... "Bang, bang.. ngapain disini sendirian??. Nanti ada avatar loh, abang pasti takut sama dia... hahahahah", ia mengucapkan nya ala mabuk sambil meniru gaya tokoh kartun avatar.... Lalu ia mengeluarkan "lem aibon" dari balik baju kusamnya dan menghirupnya.... Terasa bebas, ia terlihat begitu puas .... ia berkata sesuka imajinasinya...
Aku beranjak pergi saat sosok besar mendekatiku... dan Beralih ke sudut lainnya...
Berbeda dengan situasi ssebelumnya, kini aku dihadapkan dengan "wanita jantan" dengan gaun mini nya...
Dengan cara klasik ia bertanya "bang, dah jam brapa ni ?" (sambil menunjuk arloji yg kupakai)
Dengan cara klasik ia bertanya "bang, dah jam brapa ni ?" (sambil menunjuk arloji yg kupakai)
"Eh, ehm.. udah jam 12 'bang', ups maksudku 'kak'", jawabku ...
"Duuhh, gak usah grogi gtu dong bang dket2 aku..", balasnya dngan PD
(*siapa yg grogi..?? gue takut bukannya grogi)
Dengan dalih menunggu teman, aku berhasil membuatnya menjauh. hufthhh....
*agak lega
Semakin larut keadaan dsana semakin menggila, sepasang insan saling bercumbu dibalik tebalnya tembok gedung.... dan yang mengherankannya adalah pasangan sejenis pun mlakukan hal itu di sana.
anak kecil jalanan hanya dapat melihat kbiasaan orang dwasa jalanan itu dengan kepuasaan "mabuk lemnya"...
tak ingin ambil resiko, aku pun terus menelusuri tempat lain... tempat dmana wanita Pekerja Seks Komersial beroperasi malam... melihat dan mendengar proses transaksi agak membuatku geli,. pasalnya banyak juga tukang becak yang menawar dengan harga "murah"., 20 ribu rupiah..
* hahaha.. *tertawa dalam benak,
mungkin inilah yang dinamakan "lucky". wanita2 tsb blum bruntung shingga mrka menemukan cara buntu dan naif., dengan harga tawaran 20 ribu itu pun mreka meng'iya'kan ...
(tawaku terhenti)
...
## entah harus menyalahkan siapa atas kondisi seperti itu, salah keluarga kah?? salah pemerintah kah ??
atau salah diri mrka sendiri yang tak mau merubah nasib ?? ... Pertanyaan yang tak bsa dijawab sepenuhnya
Perjalanan ini kuakhiri pada pukul 3 pagi...
Belum ada yang bsa kulakukan untuk membantu mereka, belum tuk saat ini.
Aku berharap agar kelak aku mampu menjadi "garam dan terang" bagi diriku sendiri, keluargaku dan bagi mereka.....
Hi, salam kenal.
BalasHapusFollow my blog, yuk!
Thanks
http://riuisme.blogspot.com/
join ke blog ku dlu lah.... baru nnti aku join ke blog mu ...
BalasHapusheheheh...
(*strategi politik)